Setiap akhir semester kegiatan belajar mengajar, di benak hampir seluruh siswa berkecamukdua perasaan.
Pertama, perasaan was-was dan khawatir, hal itu muncul karena pada akhir semester seluruh siswa di uji kemampuannya seberapa banyak materi pelajaran dapat diterima dan dipahami. Hal yang mesti diterima sebagai konsekwensinya adalah mendapatkan nilai dari hasil evaluasi. Kalau nilai bagus pasti akan senang dan bangga, sebaliknya kalau nilai jelek pasti akan sedih dan malu. Sehingga bukan hal aneh bila saat-saat seperti ini tingkat kesetresan cukup tinggi ( menurut pengamatan saya loh..). Setidaknya dapat dilihat dari keseriusan membaca yang diperlihatkan para siswa, keengganan jajan dikantin dll.
Kedua, perasaan senang. Apa gerangan yang membuat para siswa menjadi senang ?
Kita semua tahu setelah aktivitas evaluasi belajar selesai, itu pertanda akan datang liburan. Apalagi bebarengan dengan liburan akhir tahun. So pasti banyak hiburan dan paket wisata yang ditawarkan oleh berbagai wadah/lembaga. Jadi secara otomatis event ini menjadi event menarik yang ditunggu-tunggu. Apalagi semua siswa dapat free dari aktivitas duduk di kelas dan bergelantungan dalam bis sekolah. Pasti yessss……..
Anak yang memiliki keterlambatan kemampuan membaca, mengalami kesulitan dalam mengartikan atau mengenali struktur kata-kata (misalnya huruf atau suara yang seharusnya tidak diucapkan, sisipan, penggantian atau kebalikan) atau memahaminya (misalnya, memahami fakta-fakta dasar, gagasan, utama, urutan peristiwa, atau topik sebuah bacaan). Mereka juga mengalami kesulitan lain seperti cepat melupakan apa yang telah dibacanya. Sebagian ahli berargumen bahwa kesulitan mengenali bunti-bunyi bahasa (fonem) merupakan dasar bagi keterlambatan kemampuan membaca,
Rohis dan seluruh dewan guru beserta karyawan muslim bermaksud menggelar acara pemotongan hewan qurban. Hal ini dimaksud untuk pembelajaran bagi para siswa, tentang tatacara dan penangan qurban. Dari teori yang yang diperoleh dari pelajaran agama, diharapkan para siswa dan seluruh dewan guru dapat terlibat aktif dalam acara ini. Memang secara syariah barangkali qurban model iuran seperti itu tidak ada. Namun demikian esensi pembelajaran bagi para siswa menjadi demikian bermanfaat.
Dari iuran/infak yang dikumpulkan oleh para siswa terkumpul uang cukup banyak. Sehingga Rohis mampu membelanjakannya 2 (dua ) ekor sapi dan 4 ekor kambing.
Rencana pelaksanaan pemotongan akan dilaksanakan di halaman depan SMP YPVDP pada hari selasa tanggal 10 Desember 2008. Sedangkan distribusi daging qurban adalah Sekambing dan masyarakat sekitar yang berhak menerima.
Semoga semangat qurban ini dapat diambil hikmahnya serta diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, untuk mampu berbagi kepada sesama yang membutuhkan.
KESULITAN BELAJAR SISWA DAN BIMBINGAN BELAJAR
Ditulis oleh Admin Sunaryo
Selasa, 18 November 2008 13:08
A. Kesulitan Belajar.Dalam kegiatan pembelajaran di sekolah, kita dihadapkan dengan sejumlah karakterisktik siswa yang beraneka ragam. Ada siswa yang dapat menempuh kegiatan belajarnya secara lancar dan berhasil tanpa mengalami kesulitan, namun di sisi lain tidak sedikit pula siswa yang justru dalam belajarnya mengalami berbagai kesulitan. Kesulitan belajar siswa ditunjukkan oleh adanya hambatan-hambatan tertentu untuk mencapai hasil belajar, dan dapat bersifat psikologis, sosiologis, maupun fisiologis, sehingga pada akhirnya dapat menyebabkan prestasi belajar